Bahasan kali ini menyangkut soal keta'atan istri kepada suaminya. Bila Rasulullah
menganjurkan para istri untuk ta'at, khususnya dalam memenuhi ajakan suaminya,
memang cukup beralasan. Ada banyak kebaikan yang didapat seorang suami tatkala
hajat seksualnya terpenuhi dengan baik. Tahukah anda, hubungan mesra yang
harmonis, dapat menyehatkan jiwa dan raga?
Doktor Goudy
Geily, penceramah masalah kesehatan di rumah sakit Kerajaan Inggris, London,
meyakini bahwa terdapat sejumlah besar kelemahan pada tubuh manusia yang
diakibatkan aspek kejiwaannya. Penyakit-penyakit itu antara lain, rasa letih,
penurunan kekuatan fisik, rasa sakit di semua persendian, dan rasa sakit pada
kulit. Bahwa sakit kejiwaan, menurutnya, secara ilmiah telah dibuktikan dapat
melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan mempengaruhi perubahan hormonal di dalam
tubuh.
Meskipun ia
mengakui pentingnya hubungan-hubungan lain dalam kehidupan seorang wanita,
seperti hubungan dengan anak-anaknya, hubungan dengan keluarga familinya,
hubungan dengan keluarga suami, dan hubungan dengan teman-teman wanitanya,
Namun Dr. Geily meyakini bahwa hubungan secara manusiawi yang paling penting
dalam kehidupan laki-laki dan wanita adalah hubungan seksual yang harmonis
antara suami dan istri. Ia melihat bahwa kualitas hubungan seksual antara suami
dan istri sangat mempengaruhi kualitas hubungan antara keduanya secara
keseluruhan.
Berikut
pernyataannya;
"Hubungan
seksual antara suami dan istri menduduki peringkat pertama dalam hal pengaruh
dan urgensinya dalam hubungan antara keduanya. Bahkan, dalam kondisi kegagalan
salah seorang dari keduanya pada aktivitas yang lain, seperti pekerjaan atau
bahkan dalam kondisi ketika seluruh sarana dialog di antara mereka telah
terputus, maka hubungan intim antara keduanya tetap menjadi sumber yang efektif
untuk memuaskan serta mengharmoniskan rasa cinta dan saling menghargai".
Pernyataan di
atas didukung oleh peneliti yang lain; yakni Dr. Elvis Christoper, Direktur
Lembaga Konsultasi Problematika Seksual di Inggris. Beliau mengatakan;
"Problematika
seksual dan kepekaan seseorang berperan - dalam batas tertentu- terhadap
terjangkitnya seseorang oleh penyakit di lambung, dada, dan meningkatnya
tekanan darah. Sebagaimana ia juga menyebarkan rasa sedih yang berlebihan,
lemahnya kekebalan terhadap penyakit lambung serta radang usus pada laki-laki
dan wanita."
Sebuah
penelitian di Kuwait menunjukkan, bahwa prosentase penderita penyakit kanker, organ
pernafasan, hati, dan paru-paru di kalangan orang lajang, mencapai enam kali
lipat dibanding pada orang-orang yang telah menikah.
Kantor Berita
Reuter pernah melaporkan hasil sebuah penelitian, bahwa pengobatan terbaik yang
nampak pada tahun 1995 bagi penyembuhan penyakit gelisah ialah, hubungan
seksual yang harmonis antara suami dan istri. Sementara majalah Man's Health
dalam suatu artikelnya menuturkan;
Berbagai
kajian mengatakan, bahwa hubungan seksual yang teratur, bukan hanya meringankan
tekanan jiwa. Namun dapat memperpanjang usia juga."
Sebagian besar
kaum Muslimin, mungkin masih menganggap permasalahan seks suami-istri sebagai
persoalan tabu dan tak perlu diangkat ke permukaan. Tapi pada kenyataannya,
hadits-hadits Rasulullah yang menyoroti soal "kemesraan hubungan
suami-istri" cukup banyak. Bahkan Rasulullah setengah "memaksa"
kepada kaum perempuan untuk selalu siaga melayani kehendak kencan suaminya. Di
bawah ini salah satu perintah Nabi saw tentang cara menjaga keharmonisan
hubungan suami-istri.
"Apabila
seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi keinginan suaminya, maka
hendaklah ia (istri) menurutinya, meskipun sedang berada di dapur," (h.r.
Imam Bukhori, Muslim, dan Tirmidzi)
Pesan tersirat
dari hadits di atas adalah, sesibuk apapun seorang istri berkutat dengan
pekerjaannya di dapur, tak bisa menjadi alasan baginya untuk menunda hasrat
kencan suaminya. Ia harus peka terhadap isyarat sang suami dan selalu fresh
bila berhadapan dengan kekasih tercintanya.
Selamat bercinta
dengan pasangan anda wahai para suami-istri soleh/solihat, Semoga hubungan
harmonis Anda, akan membuahkan hidup yang lebih manis di dunia dan di akhirat.
Wallahu a'lam bish showwaab. (sulthoni)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar